6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah

CERAMAH RAMADHAN 2025
6 Wasiat Nabi Saw - Materi Ceramah


Assalamu Alaikum warahmatullah wabaraktuh

Alhamdulillah rabbil alamin, nahmaduhu wanastainuhi wanastagfiruh wanaudzubillah min syururi ampusina wasayyiati a'malina, man yahdillah falamudillalah waman yudlil fala hadiyalah.

Wassalatu wassalamu ala asyrafil anbiyai walmursalin, sayyidina muhammadin waala alih waashabih ajmain. Ammaa ba'du.

Sebuah kesyukuran besar bagi kaum muslimin karena telah dianugrahi pedoman / petunjuk ke jalan yang lurus, tuntunan agar mampu menitih jalan yang tepat menuju kebahagiaan abadi di akhirat kelak yakni Al quran dan hadis Nabi Saw yang sebaiknya dipegang teguh agar iman tidak goyang sebelum hari kiamat terjadi.

Olehnya itu, patut mengirimkan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad karena telah menyampaikan , menjelaskan, dan membimbing kaum muslimin agar senantiasa konsisten berada di jalan yang tepat. Yakni sesuai arahan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.

Dari sekian banyak arahan, nasehat, bimbingan, petunjuk, teladan dari Nabi Saw, selaku Nabi dan Rasul terakhir utusuan Allah kepada manusia, ada beberapa wasiat, pesan Rasulullah Muhammad Saw untuk di teladani, di pegang teguh agar tetap berada di jalan yang baik dan benar. Sebagaimana dalam judul, penulis mengangkat 6 wasiat Nabi Muhammad Saw yang dikutip dari hadis beliau sebagaimana berikut :

1. Al Adlu Hasanun Walakin lil Umaraai Ahsan

"Sifat adil itu baik untuk semua orang,  tetapi akan jauh lebih baik bila seorang pemimpin yang bersifat adil".

Adil merupakan sifat yang terpuji yang menempatkan sesuatu pada tempatnya, tidak membeda bedakan satu sama lain, tidak berat sebelah, serta mensejajarkan sesuatu sebegaimana mestinya tanpa ada perbedaan.

Sifat ini sebaiknya dimiliki oleh semua orang demi berada dalam perjalanan hidup yang baik dan tepat di dunia ini. Karena dengan begitu, keadaan yang diharapakan oleh semua orang akan terasa normal tanpa ada masalah, damai, tentram dan sejahtera.
Bila berlaku tidak adil, maka sedikit demi sedikit, kehidupan normal akan bergeser menuju ke ketidakstabilan, komentar hujatan sana sini, bahkan bila sudah mulai parah maka kerusuhan akan mulai melanda.

Sebagai contoh, pemberian upah atau gaji pekerja yang tidak layak, penentuan anggaran instansi yang bukan pada semestinya, pemberian jabatan yang tidak layak dalam dunia kepemerintahan. Jika semua itu di terapkan dengan cara yang tidak seadil adilnya maka korupsi, pencurian, demonstrasi penolakan, PHK karyawan, dan lain sebagainya akan sering terjadi di mana mana.

Itulah sebabnya, wasiat Nabi Muhammad Saw agar sifat adil ini di miliki oleh seorang pemimpin, ketua, pelaksana tugas, plt, penanggung jawab, PJ, kepala desa, camat, bupati hingga menteri nasional bahkan presiden, raja, sultan dan kepala Negara.

Karena para pemimpin inilah yang ambil alih, pemegang kendali, ibarat sebuah mobil di pimpin oleh sopir, maka kemanapun sopir berangkat maka seisi mobil pun akan mengikut.

Jika pemimpin adil dalam menerapkan segalam macam hal seperti perekonomian, status dan jabatan, pergerakan kondisi sosial kemasyarakatan, dalam semua aspek kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara, maka yakin dan percaya ketentraman akan cepat terwujud, rakyat makin sejahtera, harmonis, pengamalan agama yang saling menghargai, ibadah semakin khusyu, damai, semua hanya karena keadilan seorang pemimpin. Tapi bila tidak, maka amburadul lah kehidupan ini. Seperti baru baru ini, dengan viralnya kasus minyak oplosan yang kemudian diedarkan ke masyarakat, maka sungguh sangat akan meresahkan warga, merugikan dan bahkan bisa membahayakan kesehatan orang yang mengkomsumsinya.

Di sisi lain, dalam mewujudkan keadilan bagi seorang pemimpin, sebaiknya seorang pemimpin jangan hanya pintar menyuruh, menasehati, memberi arahan, jangan hanya pintar bicara, sekedar teori tapi harus juga sesuai dalam tindakannya, harus action, terjun langsung ke lapangan, agar betul betul merasakan kondisi yang semestinya maka keadilan akan lebih tepat sasaran sesuai dengan situasi dn kondisi 

2. At Taubatu Hasanun Walakin Fis Sabaabi Ahsan

"Taubat itu baik di lakukan semua orang, tetapi lebih baik lagi bila seorang pemuda yang selalu bertaubat"

Dalam sebuah dalil yang maknanya " manusia tidak lupuh dari kesalahan dan kehilapan,dan sebaik orang yang bersalah ialah orang yang bertaubat memohon ampun.

Di era modern saat sekarang ini, peluang dosa, peluang kesalahan sangat banyak. Ini merupakan tantangan berat dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Baru bangun saja langsung berdosa, marah saat melihat istri atau suami belum bangun juga, atau langsung buka hp dan beranda medsos 
Lewat porno porno yang tak baik dilihat oleh mata, dll lebih banyak lagi bila sudah bangun dan meninggalkan kamar tidur di pagi hari , terus berangkat kerja hingga pulang kerja dan kembali tidur lagi.

Kira kira , seberapa banyak dosa, peluang dosa, potensi dosa yang mampu di hindari selama 24 jam/7 ? 
Maka  beruntunglah bagi yang mampu beristigfar sebanyak banyaknya sambil meminimalisir dosa setiap hari.

Itulah sebabnya, kenapa Nabi Saw berpesan bahwa bertaubat itu lebih baik bagi anak muda. Karena merekalah yang memiliki potensi besar dalam berdosa. Anak muda yang belum menikah pasti akan tersesat bila dikalahkan oleh hawa nafsu. Berbeda dengan orang tua yang sudah menikah, minimal nafsu syahwatnya akan tersalurkan kepada yang halal yaitu istrinya, meskipun tidak semua karena ada juga orang tua yang keluyuran, aktifitasnya layaknya anak muda yang belum menikah padahal sudah bercucu.

Di sisi lain, dari faktor pemikiran, orang tua atau orang yang sudah menikah cenderung berfikir keselamatan istri dan anak yang harus di jaga dan dibahagiakan. Di bandingkan dengan pemuda yang belum memiliki tanggungan, dan lebih bebas bertingkah. Maka pantas anak muda sangat lah baik bila sering sering bertaubat.

Selain daripada itu, bertubat juga akan memiliki manfaat besar pada semua orang, termasuk anak muda. Katanya, istigfar mampu melancarkan rezeki. Pekerjaan lancar biar cepat dapat tabungan persiapan menikah. Rezeki juga dapat berarti cepat dapat jodoh, pemuda ataupun pemudi. 

3. As Sakhaau hasanun walakin lil agniyai ahsan.

"Sifat kedermawanan itu baik dimiliki semua orang, akan tetapi lebih baik lagi bila orang kaya yang bersifat dermawan"

Dermawan dalam hal ini adalah senang berbagi kepada siapa saja. Termasuk harta benda yang di gunakan ke jalan yang di sukai oleh Allah swt seperti, sedekah, infaq, zakat, hibah, senang membantu orang lain tanpa pamrih dan lain lain.

Semua orang memiliki rezeki dan telah di tentukan oleh Allah swt. Ada orang yang cepat mendapatkan harta, uang hanya dalam hitungan harian, bahkan hitungan jam. Berbeda bagi yang penghasilannya bulanan. Ada juga yang mampu mendapatkan keuntungan bersih 50 juta perbulan sementara yang lain hanya dengan 5 sampai 10 juta saja perbulan. Bahkan ada yang lebih rendah.

Dikatakan kaya karena ada perbandingan kondisi ekonomi lebih di atas dibandingkan dengan yang lain. Memiliki banyak stok, tabungan dan harta benda di bandingkan yang lain yang tidak memilikinya.

Coba bayangkan, ketika orang yang dianggap kaya karena memiliki harta benda, penghasilan yang banyak, mereka memiliki sifat dermawan untuk membantu yang lagi susah, membantu kepentingan umum, berpartisipasi setiap aktifitas sosial warga, maka urusan urusan akan sangat terbantu karena kedermawan orang yang kaya.

Bagus juga sift dermawanan ini dimiliki oleh orang dengan kondisi ekonomi pas pasan, bahkan status kekurangan. Akan tetapi, bila mereka (bukan orang kaya) yang dermawan maka hanya berapa saja yang diharapkan dari mereka, justru mereka yang tidak berkecukupan, uang hanya untuk makan.

Maka dari sinilah, kenapa Nabi saw berpesan bahwa sifat dermawan labih baik dimiliki oleh orang yang kaya.

4. As Shabaru Hasanun walakin lil Fuqaraai Ahsan.

"Penyabar itu baik untuk semua orang tetapi lebih baik lagi bila orang fakir yang memiliki sifat penyabar"

Sebagaimana yang telah diutarakan sebelumnya terkait kedermawanan di atas. Bahwa ada orang kaya yang serba berkecukupan dan ada juga yang kurang mampu.

Istilah dalam bahasa alquran terkait orang yang kurang berkecukupan di namakan fakir yang bahkan tempat tinggal pun tidak ada. Ada juga miskin yang memiliki tempat tinggal tetapi kondisi ekonomi yang jauh dari kata cukup, penghasilan juga tidak cukup untuk makan sehari hari. Serta kelompok orang orang yang masih susah terkait ekonomi seperti terlilit utang, orang dhua'fa yang tidak mampu,  dan lain lain.

Kesemua ini akan sangat lebih baik bila memiliki sifat kesabaran yang tinggi, sering di uji dengan rasa lapar, kekhawatiran dan ketakutan, kekurangan harta benda, tanaman dan lahan bercocok tanam yang tidak ada. Maka lebih baik bagi seorang yang berstatus fuqara, fakir, agar tetap selalu bersabar. Serta sabar untuk beriman dan bertaqwa kepada Allah

Bila kelompok orang orang di atas bila tidak bersabar, akan dikhawatirkan terjerumus kepada kekafiran, yang putus asa akan rahmat dan pertolongan Allah, di mana mereka merasa tidak diberikan rezeki seperti orang lain yang kehidupannya serba cukup. Bisa jadi karena ketidak sabaran mereka mampu membuat mereka menjadi orang orang dsalim dengan mencuri, merampok, berjudi, putus asa dan minum khamar yang akibatnya dapat menggangu orang lain di sekitarnya.

5. Al Hayaau Hasanun walakin lin nisaai Ahsan.

"Sifat pemalu baik untuk semua orang akan tetapi lebih baik lagi bila dimiliki oleh wanita"

Sepertinya tanpa menjelaskan lebih jauh, bila di analisa secara sepintas bahwa sifat sifat pemalu itu baik untuk kaum hawa/perempuan. Kira kira bila perempuan tidak memiliki rasa malu, maka apa yang akan terjadi ?

Salah satu contoh perempuan tidak malu memperlihtkn aurat mereka, postingan histori, status ataupun reels serta konten konten video yang menampakkan anggota tubuh  yang merupakan batas aurat mereka, rok yang tinggi di atas setengah paha, baju yang rendah setengah dada, baju yang tidak memiliki lengan, ini banyak terjadi saat sekarang ini dalam dunia maya, medsos dan jaringan online lainnya.

Anak muda yang tadinya memilki iman akan cepat tergoda dan memancing hasrat karena ulah perempuan yang yang sering menampakkan aurat.

Lebih para lagi, video video viral yang memperlihatkan porno aksi yang meracuni pikiran orang orang yang melihatnya, seperti anak anak dan kalangan remaja. Serasa mereka terinspirasi untuk mempraktekkannya juga sebelum nikah.Naudzu billah min dzalik.

Selain dari itu, istilah PELAKOR juga kadang menggemparkan masyrakat, PEncuri LAki ORang , merebut suami orang artinya perempuan yang merayu suami perempuan lain yang akhirnya membuat keluarga mereka retak dan bercerai, anak anak mereka pun jadi korban, ini semua karena perempuan yang tidak punya rasa malu.

Selain itu juga, ada perempun yang cerewet gosip sana sini, semua kejelekan orang lain yang ia tahu di ceritakan semua ke orang orang sekitarnya, mulutnya yang cerdas mampu menghasut orang lain dengan kejelekan sehingga menimbulkan konflik dan perpecahan.

Masih banyak lagi contoh yang terkait perempuan yang sepertinya tidak memiliki rasa malu , maka sebaik baiknya rasa malu itu di miliki oleh kaum hawa. Karena perempuan itu sangat berpengaruh suksesnya sebuah daerah bahkan negara, seperti ungkapan :

An Nisaau Imadul Bilad

'perempuan itu tiang negara'

Merekalah yang memiliki peran penting, pondasi keluarga, masyarakat, negara, sangat berjasa sehingga para lelaki dan suami kuat berjuang, semangat pantang mundur, makin kerja keras, di lapangan. Sangat berpengaruh dalam kesuksesan dan keberhasilan keluarga, kelompok , dll. Jika kaum perempuan amburadul, dan menyebabkan sebuah daerah menjadi hancur. Pelacuran di mana, perceraian di mana mana, anak anak tak dirawat, dll naudzubillah minzalik.

6. Al Waraau Hasanun walakin lil Ulamaai Ahsan.

"Pengendalian diri bagus bagi setiap orang akan tetapi lebih baik lagi bila seorang ulama yang bagus pengendalian dirinya".

Sikaf pengendalian diri atau wara' yaitu mampi mengontrol diri sendiri agar tidak berbuat hal hal yang negatif, dalam hal ini bertentangan dengan pesan moral alquran dan hadis Nabi Saw.

Orang yang mampu mengontrol diri untuk tidak berbuat salah berarti orang tersebut hebat karena mampu mengalahkan godaan syaitan yang sedang bergejolak pada saat itu juga. Orang yang seperti ini dipercaya memiliki keyakinan yang kuat, dan bila di barengi dengan nasehat islami maka ia akan semakin bagus lagi. Teguh dalam pendirian dan berada dalam ajaran yang lurus yaitu islam.

Tak dipertanyakan lagi, manusia itu sering berbuat salah makanya harus sering bertaubat. Dengan dengan bertaubat, secara tidak langsung, ia melatih diri untuk tidak berbuat salah lagi, sehingga bila sudah terbiasa maka pengendalian dirinya terhadap peluang potensi dosa akan semakin menguat dalam menghindari perbuatan maksiat, keji dan mungkar.

Akan tetapi, bila orang sering berbuat salah ini adalah seorang ulama, ustas, muballigh, dai, maka apa kata dunia ? Orang yang sering menyampaikan nasehat keagamaan justru dia sendiri yang melanggar, naudzubillah tsumma naudzubillah. Sepertinya ini menjadi tanda hari kiamat yakni diangkatnya keberkahan ilmu dari para ulama, ulama sudah banyak meninggal dunia, dan yang tersisia hanya orang yang mengaku ulama tapi akhlaknya bukan ulama.

Seperti baru baru ini viral seorang pemuka agama, pemuka dan pemimpin masyarakat, pimpinan pesantren menghina seorang penjual kaki lima dengan mengolok dan menertawainya. Sehingga salah satu komentar yang dipilih penulis adalah pendaat dari Menteri Agama RI 2025 Prof Nazaruddin Umar mengatakan bahwa "ad orang yang mengaku ulama tapi tidak mempunyai kapasitas sebagai seorang ulama".


Inilah sebabnya Nabi Saw berpesan bahwa sikaf wara/pengendalian diri itu lebih baik bila seorang ulama yang memilikinya.

Tanpa harus bertanya kenapa ? Namun bisa di bayangkan bila para ustas atau penceramah yang terang terangan melanggar hukum dan syariat agama islam.

Demikian lah 6 wasiat Nabi Saw dalam mengayomi kehidupan di dunia ini.

Semoga dapat memberikan faedah dan bisa dimanfaatkan kepada orang orang sekitar.


Comments

Popular posts from this blog

Masih VIRAL ! GUS MIFTAH, Utusan Khusus PRESIDEN vs Pedagang ES Teh Kaki Lima

Lagi Lagi, Mbappe Susah Cetak Gol, Real Madrid Kalah !

REAL COUNT PILKADA 2024, Pramono Ungguli Ridwan Kamil di Jakarta

SOMBONG ONLINE vs KEBIJAKSANAAN OFFLINE - Pintarlah ber MEDSOS !

Hasil PILKADA 2024 - Makassar Inginkan Pemimpin MULIA

REPSOL HONDA, Resmi Berhenti di MotoGP

INGATLAH ! Poin Penting Ramadhan

HARI GURU - Tanggal Berapa dan Kenapa Mesti ada ?

OLIMPIADE 2024 - Raih 2 Emas, Klasemen Indonesia Meroket

Kenapa PUASA RAMADHAN Dihadiahkan TAQWA ?

Harapan kami , Klik Follow ! dan Tankiyu